7 Hal Unik Saat Mendaki ke Puncak Gunung Andong

Mudah saja jika kamu ingin terbebas dari keramaian untuk sementara waktu, karena Indonesia masih menyimpan banyak sekali pegunungan yang menawan dan damai untuk disambangi. 

Tak perlu takut juga jika kamu belum terbiasa untuk hiking, apalagi jika kamu memutuskan untuk mendatangi sebuah tempat yang terdapat di Magelang Jawa Tengah bernama Gunung Andong. 

Sudah banyak para pendaki dan traveler yang mencap bahwa Gunung Andong merupakan area pendakian yang ramah bagi para pemula, sehingga bisa menjadi titik awal buat siapa saja yang baru memulai hobi menyehatkan tersebut. 

Namun jika kamu tak tahu cara untuk pergi ke sana serta hal apa saja yang harus dipersiapkan, maka wajib menyimak ulasan di bawah ini dengan seksama.

Lokasi dan Rutenya Mudah Diakses

Sebenarnya, luas dari Gunung Andong mencakupi 3 wilayah yang berbeda, diantaranya Magelang, Semarang, dan Salatiga. Akan tetapi pemerintah menetapkan bahwa objek wisata ini masuk ke bagian wilayah Magelang. 

Aksesnya menuju basecamp cenderung mudah untuk dilakukan dan bisa menggunakan kendaran pribadi ataupun kendaraan umum. 

Khusus buat kamu yang menggunakan fasilitas umum, maka perjalanan kamu harus dimulai menuju Magelang. Dari sana, transit dan naik bus jurusan Kopeng-Salatiga untuk turun di Pasar Ngablak. 

Setelah itu, carilah abang ojek terdekat untuk bisa mengantarkan kamu ke basecamp Gunung Andong yang terletak di Dusun Sawi. Hati-hati ditagih ongkos berlebih. Cukup berikan 15 ribu saja sebagai tarif normal saat menggunakan motor ojek tersebut.

Sementara untuk kendaraan pribadi maka prosesnya jauh lebih mudah dan cepat, asalkan patokannya ada di Pasar Ngablak, yang kemudian dilanjut perjalanannya hingga ke Basecamp.

Sekalipun kamu tak berniat untuk makan di warung yang berjejer di area basecamp, akan tetapi masih disarankan membawa uang cash untuk membayar tiket masuk seharga 20 ribu per orang, dan biaya parkir kendaraan sebesar 5.000 untuk mobil dan 2.000 untuk motor.

Fasilitasnya Komplit

Sebagai gunung yang ramah bagi pemula, tentunya Gunung Andong juga difasilitasi oleh berbagai macam fitur menarik yang dapat memudahkan para pendaki saat berkunjung ke sana. 

Berbicara masalah gunung, kamu jangan buru-buru berpikiran tentang hutan rimba dan daerah yang belum terjamah nan penuh bahaya. Gunung Andong malah jauh lebih rapi dan nampak seperti objek wisata pada umumnya. 

Bedanya, terdapat aktivitas hiking yang menyehatkan dan bisa kamu jadikan sebagai terapi mengobati stres.

Adapun beberapa fasilitas yang disediakan oleh para pengelola Gunung Andong diantaranya adalah:

  • Area parkir dengan biaya yang murah. 
  • Toilet yang bersih dan terawat dengan baik. 
  • Warung-warung di sepanjang jalan basecamp
  • Penginapan dalam bentuk camping

Namun buat kamu yang tak suka berkemah atau masih terlalu cepat melakukan aktivitas tersebut sebagai pemula, maka ada penginapan alternatif di sekitar basecamp yang bisa kamu gunakan.

Jalur Pendakian Hanya 3 Jam Saja

Inilah alasan lain kenapa Gunung Andong sangat ramah bagi para pendaki, karena jalur pendakiannya hanya berlangsung kurang lebih 3 jam saja, bahkan tanpa harus berjalan secara terburu-buru.

Kebanyakan jalur pendakiannya dihiasi dengan pohon pinus. Sekalipun menanjak dan berupa jalanan setapak, akan tetapi hampir-hampir tak ada lereng dan jurang, sehingga cenderung tak mendatangkan resiko saat aktivitas hiking berlangsung. 

Uniknya lagi, kita bisa menemukan banyak sekali warung berjejer di sepanjang perjalanan. Sekalipun kebanyakan diantaranya sudah tutup dan ditinggalkan oleh pemiliknya, akan tetapi hal yang pasti adalah kita bisa menemukan warung yang buka di puncak gunung. 

Jadi tak perlu panik jika kamu kehabisan air minum, karena bisa dibeli lagi saat sudah sampai di area pendakian terakhir. 

Keindahan Pemandangan Puncak Gunung

Sekalipun nampak seperti hiking bohongan, akan tetapi pemandangan yang diberikannya benar-benar nyata. 

Sesampainya di puncak gunung, maka kamu akan sadar bahwa Gunung Andong ternyata memiliki 4 puncak yang berbeda. Meskipun tak terlalu luas, akan tetapi masih jelas terlihat lengkap dengan tepian jurang di sisi kiri dan kanannya.

Namun pemandangan alam yang kita cari bukanlah wilayah-wilayah tersebut, melainkan sebuah pemandangan berupa matahari terbenam saat pergantian waktu dari siang ke malam. 

Kemudian sesaat setelah matahari bersembunyi di ufuk barat sepenuhnya, maka pemandangan akan dilanjutkan dengan keindahan lampu-lampu kota nan jauh di sana.

Kehangatan Suasana Pengunjung

Mungkin kamu sesekali pernah mendengar beberapa cerita mistis mengenai Gunung Andong yang bikin bulu kuduk merinding. 

Namun nyatanya, Gunung Andong tak semenyeramkan itu. Malahan sepanjang jalur hiking dan lokasi puncaknya selalu ramai dipenuhi oleh para pengunjung untuk berkemah dan rekreasi. 

Berkat keindahan pemandangannya tersebutlah, Gunung Andong cenderung tak pernah sepi pengunjung, sehingga memberikan rasa aman dan hangat tersendiri buat kita sebagai pendaki pemula.

Di kejauhan kita akan disuguhi oleh pemandangan langit dan kota yang indah, sementara di area sekitar akan nampak tenda-tenda dengan warna-warna yang beragam, sehingga terlihat seperti pedesaan baru saking banyaknya orang yang berkumpul di sana.

Tak Ada Salahnya Berkemah

Kamu tak akan pernah merasa kesepian sekalipun menjadi seorang solo traveler. Alasannya seperti yang sudah disebutkan di atas, karena Gunung Andong selalu ramai.

Alhasil, kamu pun tak perlu takut untuk mencoba berkemah dan berbaur secara alami dengan para hiker lainnya.

Gunung Andong sendiri memiliki ketinggian hingga nampir 1500 meter di atas laut. Udaranya yang segar dan pemandangannya yang indah terlalu disayangkan untuk dilewatkan begitu saja. 

Jadi, alangkah baiknya kamu mencoba menginap satu atau dua hari saja di puncak gunung, agar beberapa momen menakjubkan bisa kamu dapatkan secara langsung, seperti sunset, sunrise, dan pemandangan berupa gemerlapnya lampu kota di malam hari.

Akses Internet Tetap Stabil

Hampir tak ada puncak gunung yang mampu menawarkan akses internet kepada para pendakinya. Akan tetapi Gunung Andong adalah contoh dari pengecualian. 

Tepat di puncak gunung, kita masih bisa bermain medsos dan menghubungi orang-orang terdekat kita melalui WA karena akses internet masih tersedia dan terbilang stabil. 

Alhasil, hasil jepretan kamu bisa langsung diupload secara on-time di akun medsos masing-masing, demi memberikan inspirasi kepada teman dan follower kamu untuk ikut hiking bareng di kesempatan berikutnya.

Namun ada jebakan unik di sini. Dikarenakan akses internet bisa didapatkan, sehingga kebanyakan orang malah lebih senang bermain HP daripada menyatu dengan alam. 

Akhirnya aktivitas hiking dan camping mereka malah terganggu dengan gaya hidup retro dan modern seperti itu. 

Nah, jangan sampai hal tersebut terjadi sama kamu ya! Boleh bermain HP pada saat hiking asalkan untuk hal-hal yang penting saja.

Sementara sisa waktunya harus kamu habiskan dengan menikmati keindahan panorama dan menyatu dengan alam itu sendiri, agar esensi naik gunung kamu terasa dan jauh lebih berarti.