Jalur Itinerary Terbaik Saat Main ke Kanazawa

Selama periode Edo berlangsung, kota Kanazawa yang terkenal ini telah menjabat sebagai tempatnya bagi Klan Maeda, yaitu klan feodal terkuat kedua setelah Tokugawa, terutama dalam hal produksi beras dan ukuran wilayahnya.

Untuk alasan ini jugalah, kota Kanazawa mampu bertumbuh kembang menjadi kota dengan pencapaian budaya yang begitu kental dan membuat semua orang Jepang takjub, dan mampu menyaingi kota Kyoto dan Edo (Tokyo) kala itu.

Beranjak ke masa kini, Kanazawa masih menjadi salah satu kota sorotan utama bagi para pelancong yang mengunjungi kota penuh sejarah yang satu ini. 

Namun, dikarenakan banyaknya lokasi wisata yang harus dijelajahi, maka kamu perlu membuat rencana dan jadwal bermain ke sana.

Dengan begitu, kamu bisa mengunjungi semua tempat yang direkomendasikan hanya dalam waktu singkat.

Jikalau kamu masih bingung untuk menetapkan dan membaca kota Jepang, mungkin rekomendasi jalur itinerary di bawah ini dapat membantu kamu saat berkunjung ke kota Kanazawa.

Turun Di Stasiun Kanazawa

Dari manapun kamu berasal, pastikan kamu turun di Stasiun Kanazawa jika perjalanan kamu tanpa membawa kendaraan pribadi.

Dikarenakan jalur itinerary ini bisa kita lakukan dalam satu hari dengan berjalan kaki, maka bisa menjadi keuntungan tersendiri buat kamu yang tak memiliki SIM sehingga tak perlu menyewa mobil.

Lagipula, mengendarai mobil pribadi di Jepang itu sangatlah sulit. Bukan dari segi kendaraannya, akan tetapi dari peraturan lalu lintasnya yang begitu ketat.

Jikalau kamu terbiasa mengendarai mobil di negara sendiri seperti Jakarta, maka sudah dipastikan akan kehilangan kesabaran saat berkendara di Jepang. 

Selain dipenuhi dengan lampu lalu lintas di setiap perempatan jalannya – sekalipun itu hanya jalan setapak, juga tak boleh saling menyalip sehingga kecepatan berkendara kita pun akan senantiasa stabil.

Maka dari itulah, akan lebih baik untuk berjalan kaki saja jikalau kamu belum memiliki pengalaman tinggal di Jepang – apalagi hanya sekedar berkunjung dan jalan-jalan selama beberapa hari atau minggu saja.

Pasar Omicho

Dari stasiun Kanazawa, langsung saja langkahkan kaki kamu menuju pasar Omicho yang hanya berjarak sekitar 15 menit saja dengan berjalan kaki.

Pasar ini telah menjadi area perbelanjaan yang menyediakan makanan segar terbesar di Kanazawa semenjak zaman Edo. 

Di zaman sekarang, pasar Omicho merupakan area tertutup yang begitu sibuk dan penuh warna, dan hanya membatasi kiosnya dengan 200 toko saja.

Sebagian besar pasar ini menyediakan kita berupa makanan laut dan hasil bumi lokal, sehingga rasa produknya masihlah begitu sangat segar. 

Apalagi cara memproses makanannya yang menggunakan aturan tertentu, baku, dan ketat, maka hampir-hampir kita tak akan pernah menemukan makanan laut dan sayuran yang cacat atau bahkan basi.

Selain itu, terdapat pula beberapa toko lainnya sebagai pelengkap, seperti toko bunga, toko pakaian, peralatan dapur, dan masih banyak lagi. 

Puncak keramaian terjadi di pagi hari dan lebih sering dipadati oleh penduduk lokal asli orang Jepang. Sementara di siang hari kepadatan di pasar tersebut akan tercampur bersama dengan para pelancong asing dan pekerja.

Tujuannya pun beragam, dari yang ingin merasakan ramainya pasar tersebut, hingga datang untuk makan siang di sela-sela istirahat kantor yang sibuk. Antrean yang panjang untuk bisa makan di salah satu restoran pun bukanlah pemandangan yang aneh.

Kuil Oyama

Dari pasar Omicho kita bisa langsung pergi ke kuil Oyama dengan berjalan kaki selama 10 menit saja.

Keunikan dari kuil Oyama ini adalah bentuk gerbangnya yang tidak biasa, karena dirancang langsung oleh seorang arsitek yang berasal dari Belanda dengan menggunakan elemen tema penggabungan antara religi Eropa dan Asia.

Lantai atas dari kuil ini berfungsi sebagai mercusuar dan menampilkan jendela kaca patri bergaya Belanda. 

Di halaman kuil, berdiri sebuah patung dari tokoh Jepang zaman dulu, yaitu Toshiie-sama, karena memang kuil ini didedikasikan untuk mengenang jasanya tersebut sebagai penguasa pertama dari Klan Maeda lokal yang kuat.

Taman Gyokuseninmaru

Dari kuil Oyama langsung menuju Taman Gyokuseninmaru dengan berjalan kaki selama 5 menit saja.

Sebagai bagian dari Kastil Kanazawa, taman ini baru saja direkonstruksi berdasarkan temuan arkeologi dan catatan sejarah kota tersebut.

Gyokuseninmaru sendiri merupakan sebuah taman bergaya tradisional Jepang dengan desain yang membuat kita mampu menciptakan rasa vertikalitas.

Fitur desainnya yang unik menampilkan air terjun seperti tangga yang mengalir dari salah satu dinding batu khas taman. 

Setelah matahari terbenam pada hari Jumat, Sabtu, dan hari-hari sebelum libur, maka taman ini akan diterangi dengan warna-warna spektakuler yang berubah seiring dengan pergantian musim. Sehingga benar-benar patut ditonton dan dinikmati sebagai pelancong asing. 

Kastil Kanazawa

Perjalanan kemudian kita lanjutkan langsung ke Kastil Kanazawa dengan berjalan kaki selama 5 menit saja.

Sebagian besar bangunan di kastil Kanazawa ini dibangun tepat setelah akhir zaman feodal. Dikarenakan berbagai macam kejadian di masa lalu, maka satu-satunya bangunan asli yang tersisa (tanpa dilakukan pemugaran) adalah bagian Gerbang Ishikawa-mon yang menghadap langsung ke Taman Kenrokuen. 

Sisanya, selama beberapa tahun terakhir ini sudah banyak bangunan yang direkonstruksi secara bertahap termasuk gudang panjang dengan menara, dan dua gerbang yang terdapat di sana. 

Jika tidak dirawat dan dibangun ulang, mungkin kastil ini sudah lapuk termakan zaman mengingat usianya yang telah berusia lebih dari 5 abad.

Taman Kenrokuen

Selanjutnya kita langsung pergi ke Taman Kenrokuen yang bisa kita akses dengan berjalan kaki selama 5 menit. 

Saat berjalan-jalan di taman ikonik yang satu ini, kita dapat menikmati flora dan pemandangan musiman yang begitu indah.

Salah satu pemandangan paling terkenal di Taman Kenrokuen adalah Lentera Kotojitoro berkaki dua di kolam utama.

Vila Seisonkaku

Kemudian itinerary kita dilanjutkan ke Vila Seisonkaku dengan berjalan kaki selama 5 menit saja.

Berdiri tepat bersebelahan dengan Taman Kenrokuen di atas, hunian ini dibangun menjelang akhir zaman feodal dan merupakan salah satu vila samurai paling elegan yang tersisa di Jepang.

Kita sebagai pengunjung tentunya dapat menikmati keindahan arsitektur dari suatu bangunan, terutama jika kamu mencintai budaya Jepang yang begitu kental.

Bangunannya sendiri sangat besar dengan sejumlah kamar beralaskan tikar tatami di dua lantai. Salah satu fitur menariknya adalah atapnya yang menutupi dek pemandangan taman. 

Museum Kanazawa

Dan tempat terakhir yang harus kita datangi sebelum kembali ke stasiun adalah Museum Kanazawa yang bisa kamu akses dengan berjalan kaki dari Vila Seinsonkaku selama 5 sampai 10 menitan saja.

Sebagai informasi, ada tiga museum yang luar biasa di sekitar Taman Kenrokuen, yaitu Museum Seni Kontemporer Abab 21, Museum Sejarah Prefektur Ishikawa, dan Museum D.T. Suzuki. 

Ketiganya tentu menawarkan pengalaman yang sangat berbeda buat kita sebagai pengunjung. Jadi, pastikan kamu menyambangi ketiganya saat berkunjung ke Kanazawa ya!