Liburan ke Kamakura yang Dipenuhi Dengan Kuil Bersejarah Masa Lalu

Sebagai pusat kota Jepang di abad pertengahan, kota Kamakura menjadi salah satu area paling bersejarah di prefektur Kanagawa, sehingga membuatnya memiliki julukan sebagai “Kyoto Wilayah Kanto”.

Berkat statusnya tersebut jugalah, Kamakura menjadi tujuan wisata yang sangat populer entah itu dari kalangan orang asing ataupun penduduk lokalnya sendiri.

Kamakura mampu menarik hati kita dengan lebih dari 100 kuil dan tempat suci, lengkap dengan area buddha agung, dan monumen bersejarah lainnya.

Bisa dibilang kota ini sangatlah layak dan berharga untuk dikunjungi, terutama jika kamu menyukai hal-hal yang berbau tradisional dan penuh sejarah. 

Dan jika kamu sudah memutuskan untuk berkunjung ke tempat ini, maka jangan lupa untuk menengok beberapa area paling terkena di Kamakura seperti yang ada di daftar berikut ini.

Kamakura Daibutsu

Diartikan secara harfiah sebagai “Buddha Agung Kamakura”, tempat ini menampilkan patung buddha yang begitu besar terbuat dari perunggu yang berasal dari abad ke-13. Bahkan patung ini dinilai sebagai patung Buddha perunggu tertinggi kedua di Jepang.  

Patung ini telah menjadi pemandangan ikonik dan salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di daerah Kanto.

Siapkan pula uang terlebih dahulu ya, karena harus membayar saat mengunjungi tempat agung yang satu ini. 

Namun biaya masuknya tersebut tak seberapa jika dibandingkan dengan tempatnya yang begitu indah, elegan, dan bersih. Ada kamar kecil di dalamnya yang juga nampak asri, terawat, dan tak berbau busuk.

Patungnya yang besar bisa terlihat dan kita temukan dengan mudah. Lingkungannya yang damai membuat mereka yang memeluk agama Buddha melakukan peribadatan secara langsung untuk mencari berkah. 

Kuil Hokokuji

Terletak secara terpencil di perbukitan Kamakura area timur, Hokokuji merupakan sebuah kuil kecil dari Sekte Rinzai miliknya Buddhisme Zen di zaman dulu hingga sekarang. 

Area di depan kuil bisa kita akses tanpa harus membayar biaya masuk. Sementara untuk bisa menikmati area bambu yang indah dan khas, maka harus mengocek uang sebesar 300 yen, atau sekitar 39.000 rupiah. Terdapat pula tiket terpisah jika ingin menikmati minuman di kedai teh yang indah dan khas.

Dikarenakan lokasinya yang kecil, maka kita tak harus menghabiskan waktu terlalu lama di area ini. Kecuali jika kamu ingin menikmati teh dengan suasana Jepang secara asli.

Kuil Hasedera

Hasedera merupakan sebuah kuil sekte Jodo yang terkena dengan patung Kannon berkepala sebelas, yang dikenal sebagai dewi belas kasih. 

Patung kayu berlapis emas ini berdiri setinggi 9,18 meter dan telah dianggap sebagai salah satu patung kayu terbesar di Jepang.

Saking besarnya, kita dapat melihatnya dengan begitu jelas di bangunan utama kuil, yaitu Kannon-do Hall.

Bisa dibilang Kuil Hasedera ini merupakan tempat terindah yang harus kamu kunjungi saat bermain ke Kamakura. 

Terdapat taman, bangunan candi, dan bahkan gua dengan patung-patung yang dipahat di dinding, sehingga nampak penuh cerita misteri di balik semua lingkungannya. 

Tiket masuknya adalah sekitar 400 yen atau setara dengan Rp. 52.000 per orang.

Enoshima

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Kamakura sebagian besar memang dipadati dengan kuil bersejarah. 

Jadi untuk sesaat, mari kita lihat dulu area yang tak ada hubungannya dengan tempat peribadatan, seperti misalnya Enoshima.

Hanya dengan naik kereta secara singkat ke bagian barat, kita bisa mengakses sebuah pulau turis yang menyenangkan di lepas pantai tetapi masih dihubungkan dengan jembatan.

Pulau ini menawarkan berbagai macam atraksi menarik dimulai dari kuil (lagi), taman, menara observasi, dan gua.

Pemandangan Gunung Fuji nan jauh disana juga dapat kamu nikmati pada saat cuaca cerah dan tak berkabut, atau pada saat-saat selepas selesai hujan. 

Kuil Hachimangu

Dari pulau terpencil kita kembali lagi ke sebuah kuil di kota utama kota Kamakura, yaitu Hachimangu, yang mana telah menjadi kuil terpenting yang ada di kota tersebut.

Didirikan oleh Minamoto Yoriyoshi pada tahun 1063, dan kemudian diperbesar dan dipindahkan pada tahun 1180, kuil Hachimangu masih tetap berdiri kokoh hingga sampai saat ini.

Kuil ini didedikasikan untuk Hachiman, yaitu dewa pelindung keluarga Minamoto dan semua samurai.

Aula utama dari Kuil Hachimangu (Hongu atau Jogu) berdiri tepat di teras puncak tangga yang lebar, yang mana merupakan museum kecil yang menampilkan berbagai macam harta seperti pedang, topeng, dan dokumen penting di masa lalu.

Terdapat banyak sekali acara yang diadakan di kuil ini sepanjang tahun. Oleh karena itulah, selama liburan tahun baru tempat ini berhasil mendatangkan dua juta pengunjung dari berbagai macam tempat dan negara, sehingga menjadikannya sebagai salah satu kuil paling populer di Jepang untuk melakukan hatsumode, atau kunjungan pertama ke kuil di tahun baru.

Sementara pada pertengahan April dan September, ada acara memanah sambil menunggang kuda (yabusame) di sepanjang jalan utama menuju kuil.

Kuil Engakuji

Engakuji merupakan salah satu kuil Zen terkemuka di Jepang Timur dan menjadi nomor dua dari lima kuil Zen besar di Kamakura.

Kuil ini didirikan oleh penguasa Hojo Tokimune pada tahun 1282, tepat satu tahun setelah adanya invasi kedua oleh bangsa Mongol.

Salah satu tujuan dibangunnya kuil ini adalah untuk menghormati tentara Jepang dan Mongolia yang gugur akibat peperangan. 

Engakuji dibangun di lereng bukit berhutan bagian utara kota Kamakura. Struktur pertama yang bisa kita temui saat memasuki halaman kuil adalah gerbang utama Sanmon, yang dibangun pada tahun 1783.

Di belakangnya berdiri aula utama kuil bernama Butsuden yang menampilkan patung kayu Buddha Shaka.

Engakuji sudah menjadi tempat yang sangat populer saat musim gugur tiba berkat warna indahnya dedaunan yang menghiasi daerah tersebut.

Di pintu masuknya sendiri dikelilingi oleh banyak sekali pohon momiji dan bisa kamu jadikan sebagai objek berfoto yang instagrammable.

Kuil Kenchoji

Sementara area terakhir pun masih berhubungan dengan kuil, yaitu Kenchoji, yang mana merupakan nomor satu dari lima kuil Zen terbesar yang ada di Kamakura.

Sekaligus menjadi kuil zen tertua di Kamakura, Kenchoji didirikan oleh penguasa (setara bupati di Indonesia) bernama Hojo Tokiyori pada tahun 1253 selama Era Kencho, yang kemudian menjadi nama dari kuil itu sendiri. 

Sama halnya seperti kuil lain di Jepang dan di Kamakura, Kenchoji juga termasuk ke dalam salah satu tempat terindah yang wajib kamu sambangi dengan tenang. 

Kayu gelapnya yang kontras dengan kuil merah terang, akan membuat siapa saja yang melihatnya seperti mendapatkan ketenangan Zen secara sempurna. 

Pastikan kamu menjelajahi kuil di bagian belakang bangunan dan taman di sekitarnya, dan lepaskan sepatu kamu sebelum masuk ya!

Atau kamu pun boleh mengikuti jalan setapak dan tangga selama 15-20 menit menuju perbukitan di belakang halaman utama Kenchoji, untuk bisa tiba di Hansobo, yaitu sebuah kuil untuk perlindungan bagi Kenchoji itu sendiri.

Area ini dilengkapi dengan dek observasi kecil di mana Gunung Fuji dapat terlihat jika cuaca pada saat itu terbilang cerah.