Kota Kanazawa Jepang, Tempat Wisata Penuh Sejarah

Kanawaza

Dari rumah bergaya samurai zaman dahulu hingga distrik Edo yang terpelihara dengan begitu indah, menapakkan kaki ke Kanazawa merupakan suatu keharusan buat kamu yang cinta akan budaya, sejarah, dan arsitektur Jepang.

Dengan jalur Shinkansen yang semakin diperluas, kita bisa mencapai Kanazawa hanya dalam kurun waktu 2 atau 3 jam saja dari kota-kota besar seperti Tokyo dan Kyoto.

Sekalipun kamu bukan pecinta budaya dan sejarah Jepang, akan tetapi jalan-jalan ke Kanazawa juga tak ada ruginya loh! Toh banyak sekali tempat-tempat populer yang wajib didatangi karena berkesan unik dan Jepang banget!

Tapi pastikan juga kamu mencari penginapan semalam atau dua malam, karena jalan-jalan seharian saja tidak akan cukup! Apalagi jika kamu mencoba untuk menelusuri itinerary yang kami rekomendasikan seperti di bawah ini:

Nikmati Daun Momiji di Taman Kenrokuen

Nikmati Daun Momiji di Taman Kenrokuen

Tempat pertama yang wajib kamu datangi adalah Taman Kenrokuen, yang mana menjadi salah satu taman terbesar yang ada di jepang. 

Kamu bisa bersantai dan menikmati pemandangan khas Jepang dimulai dari kolam Jepang, rumah teh tradisional, dan pemandangan panorama Kanazawa yang begitu indah. 

Disarankan untuk mengunjungi tempat ini pada musim gugur, atau sekitar bulan Oktober untuk menikmati daun momiji yang mulai memerah – suatu pemandangan yang jarang sekali kita temui di Indonesia. 

Jangan lupa pula untuk membekali diri dengan baju hangat karena suhunya serasa di puncak, apalagi pada saat malam hari. 

Keindahan Malam di Higashiyama

Keindahan Malam di Higashiyama

Berbeda dengan namanya (higashi yang artinya timur, dan yama yang artinya gunung), tempat ini justru merupakan distrik perumahan yang begitu ramai, terutama di malam hari.

Kecantikannya akan semakin terlihat saat kamu berjalan-jalan ketika malam tiba, karena kamu bisa menikmati lentera hangat yang dikombinasikan dengan para penyedia teh di beberapa tempat makan, layaknya zaman Edo di masa lalu.

Ada banyak sekali toko-toko, restoran, dan ryokan (penginapan khas Jepang) yang berwarna ungu dan merah anggur di jalanan utama, menjadikannya area yang cocok untuk berfoto-foto bareng keluarga atau orang tercinta. 

Kastil Kanazawa

Kastil Kanazawa

Dibangun pada tahun 1500-an, dinding putih dan atap hitam dari Kastil Kanazawa yang ikonik berdiri tegak di pusat kota.

Saat musim semi tiba, bunga sakura yang cantik dan khas menambahkan semburat warna merah muda yang indah di sekitar pintu masuk utama. 

Sementara di dalam menara dan gedung, para pengunjung dapat melihat balok kayu yang dipugar dengan indah dan artefak yang begitu menyatu dengan bentuk bangunan. 

Siapkan uang sekitar 310 yen (Rp. 39.000) jika kamu memutuskan ingin masuk ke dalam kastil tersebut. Tetapi gratis jika hanya berjalan di sekitar halamannya yang luas. 

Potret Indah Pantulan Sungai di Kazuemachi

Potret Indah Pantulan Sungai di Kazuemachi

Ada sebuah jembatan bernama Asanogaya sebelum masuk ke dalam tempat yang satu ini. Kazuemachi terkenal akan kedai teh tradisional yang ikonik dan sudah menjadi objek wisata utama di kota Kanazawa.

Bahkan jika kebetulan kamu datang ke tempat ini pada saat cuacanya tenang dan tak berangin, maka kamu bisa melihat pantulan sungai yang menggambarkan bangunan Edo dengan begitu sempurna. 

Tak heran jika para fotografer mencoba memanfaatkan momen tersebut untuk mendapaktan jepretan yang bernilai tinggi. 

Sekalipun kamu bukan berniat untuk mengambil foto, akan tetapi Kazuemachi masih menjadi tempat yang begitu nyaman untuk didatangi, terutama ketika kamu ingin menenangkan diri tanpa harus mengasingkan diri ke hutan atau ke gunung.

Kuil Ozaki Didedikasikan Untuk Tokoh Terkenal

Kuil Ozaki Didedikasikan Untuk Tokoh Terkenal

Struktur sederhana dari kuil Ozaki merupakan properti budaya Jepang yang begitu penting, yaitu didedikasikan untuk seorang tokoh Jepang di zaman dulu bernama Tokugaya Ieyasu, pendiri Keshogunan Tokugawa yang terkenal.

Ozaki mungkin memiliki ukuran yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan beberapa kuil di Jepang, tetapi pengaturan dan tata letaknya – sekaligus detail hiasannya – sangatlah menonjol sehingga tak kalah dengan kuil-kuil terkenal besar lainnya.

Setelah turun dari kereta di stasiun, pastikan kamu berjalan-jalan santai menuju kuil Ozaki, karena kamu akan menemukan esensi kultur Jepang saat melewati gang-gang sempit yang begitu menawan dan bersih. 

Jalan-Jalan di Kuil Teramachi

Jalan-Jalan di Kuil Teramachi

Kamu bisa meluangkan waktu sekitar setengah jam untuk berjalan-jalan di Kuil Teramachi. Di sini, kamu bakal menemukan lebih dari 70 kuil kecil berjejer di jalanan, meskipun beberapa diantaranya mengharuskan kita menyusuri gang pendek untuk mencapainya. 

Berlibur tentunya bukan harus selalu menghabiskan waktu dengan menggunakan mobil ataupun sepeda motor. Terkadang kita pun harus menikmati suara kota yang tenang sambil menggerakkan kaki dengan santai.

Tentunya, kuil Teramachi merupakan pilihan yang tepat untuk memfasilitasi kamu melakukan hal tersebut.

Pada saat perayaan-perayaan tertentu, kamu pun akan menemukan banyak orang yang mengenakan kimono cantik sebagai bagian dari pakaian khas orang Jepang yang bernilai seni tinggi.

Rumah Samurai Klan Nomura

Rumah Samurai Klan Nomura

Jika kamu selalu bertanya-tanya seperti apa sih bagian dalam rumah di zaman Edo masa lalu, maka kamu akan menyukai Rumah Samurai Klan Nomura yang dibuka untuk umum. 

Setelah membayar tingket masuk sebesar 550 yen (Rp. 71.500), maka kamu dapat menjelajahi interior di dalamnya yang begitu hidup. 

Sama halnya seperti rumah Jepang kebanyakan, kita pun harus melepaskan alas kaki atau sepatu sebelum masuk, dan kemudian mengenakan sandal surippa yang telah mereka persiapkan. 

Seluruh tempat di rumah ini nampak seperti museum, dengan perabotan tradisional dan artefak samurai yang dipamerkan. Beberapa kamar bahkan memiliki pemandangan halaman taman Jepang yang elegan.

Jalan Santai di Nishi Chaya

Nishi Chaya

Bangunan indah di Nishi Chaya sebagian besar merupakan rumah bagi kedai teh di era Edo zaman dulu. Namun saat ini, hanya ada satu tempat yang masih beroperasi, sekaligus dijadikan sebagai museum yang didedikasikan untuk sejarah di distrik tersebut.

Meskipun kita tak diperbolehkan memasuki bangunan-bangunan yang ada di sana, akan tetapi masih bisa mendapatkan perasaan nyaman saat berjalan-jalan melewatinya.

Sesuai namanya, Chaya yang artinya restoran teh secara ekslusif menghidangkan makanan dan minuman Jepang sambil dihibur oleh para geisha yang menampilkan lagu dan tarian. 

Tapi ingat, semua itu terjadi di masa lalu! Sekarang hanya tinggal sisa-sisa bangunannya saja yang masih terawat dengan baik.

Belajar Kehidupan Ninja di Kuil Myoryuji

Myoryuji

Siapa sih yang menolak untuk diajak berkunjung ke kuil ninja? Kuil ini merupakan tempat paling populer yang wajib didatangi saat kamu berkunjung ke Kanazawa. 

Dengan mengeluarkan uang sekitar 1.000 yen saja (Rp. 130.000), maka kita dapat menjelajahi lorong rahasia, jebakan tersembunyi, dan belajar tentang kehidupan ninja secara langsung.

Namun secara umumnya, Kuil Myoryuji membutuhkan kita melakukan reservasi terlebih dahulu. Kita bisa mendapatkannya melalui nomor telepon atau melalui situs resmi mereka.

Sistem reservasi ini diperlukan mengingat ruangan dan programnya yang begitu terbatas. Jadi, pastikan kamu melakukan pemesanan terlebih dahulu jika ingin datang ke tempat ini ya!