Tempat Terbaik di Nara Sambil Bermain Dengan Rusa

Selain dari Kanto, daerah terkenal yang terletak di negara Jepang lainnya adalah Kansai karena mampu menghadirkan beragam spot menarik dari perpaduan kehidupan modern yang modis tetapi masih dibalut dengan sisa-sisa kehidupan tradisional di zaman dulu. 

Sebut saja Osaka, Kyoto, dan Nara yang merupakan tiga dari sekian banyaknya kota paling terkenal di area Kansai tersebut. 

Terutama untuk prefektur Nara, area ini telah dikenal sebagai rumahnya dari banyak istana kaisar awal, kuil Shinto yang besar, dan rusa liar yang berkeliaran dengan bebas di kota dan mampu menyatu dengan masyarakat sekitar.

Layaknya kucing atau anjing yang ada di negara kita, kota Nara malah dipenuhi oleh rusa yang menjadi daya pikat turis lokal dan mancanegara.

Namun selain daripada itu, terdapat pula beberapa spot wisata yang wajib kamu datangi saat berkunjung ke kota khas Jepang tersebut, yang mana telah dituliskan secara lengkap di bawah ini.

Kuil Kofukuji

Kofukuji dulunya merupakan kuil keluarga Fujiwara, yaitu klan bangsawan yang paling kuat selama hampir seluruh periode Heian. 

Kuil ini didirikan di Nara bersamaan dengan dibentuknya ibukota Jepang di kota tersebut pada tahun 710. Bahkan pada puncak kekuasaan Fujiwara, kuil ini berhasil membangun lebih dari 150 bangunan dalam satu kawasan tersebut.

Sekalipun sudah berusia lebih dari 1300 tahun, akan tetapi masih menyisakan bangunan yang kokoh hingga sampai sekarang. 

Alasan ini cukup menjadikan bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang luar biasa, termasuk pagoda lima lantai dan pagoda tiga lantai. Pagoda Kofukuji sendiri telah menjadi landmark sekaligus simbol dari kota Nara.  

Sekalipun pintu masuk ke halaman kuil Kofukuki tersebut digratiskan, akan tetapi ada tiga area yang membutuhkan biaya masuk, yaitu aula emas pusat, aula emas timur, dan Museum Harta Karun Nasional Kofukuji.  

Tempat ini sangatlah bagus untuk kita kunjungi, karena mengandung banyak sejarah dan dipenuhi dengan rusa jinak. 

Bahkan rusa-rusa tersebut cenderung berkerumun di sekitar kita, apalagi jika kamu memegang makanan ringan. 

Museum Nasional Nara

Museum Nasional Nara yang terletak di Taman Nara merupakan gedung seni yang menampilkan seni Buddha Jepang. 

Didirikan pada tahun 1889, museum ini mampu mempertahankan bangunan aslinya. Kemudian terdapat sayap baru yang terhubung dengan bangunan asli melalui lorong bawah tanah yang begitu apik.

Kedua sayap ini pun tentunya menampilkan koleksi permanen museum yang meliputi patung Budha, lukisan, gulungan, dan benda-benda upacara yang sebagian besar berasal dari Jepang. 

Sayap baru ini juga menjadi tempat pameran sementara, termasuk pameran yang diadakan setiap datangnya musim gugur. 

Bentuk bangunan dan interior di dalamnya menjadi alasan paling oke untuk mengunjungi tempat tersebut, terutama buat kamu yang menyukai seni-seni budaya dari Jepang yang asli.

Kuil Todaiji

Todaiji sudah menjadi salah satu kuil Jepang yang paling terkenal dan signifikan secara historis. Kuil ini dibangun pada tahun 752 sebagai kuil utama dari semua Buddha di provinsi Jepang dan tumbuh begitu kuat seiring perkembangan zaman orang Jepang kala itu.

Untuk alasan inilah, ibukota Jepang akhirnya dipindahkan dari Nara ke Nagaoka pada tahun 784 demi menurunkan pengaruh kuil tersebut dalam urusan pemerintah.

Bangunan besar ini menampung salah satu patung perunggu Buddha (Daibutsu) terbesar di Jepang, yang mana duduk setinggi 15 meter.

Nah, sepanjang jalan menuju ke Todaiji tersebut, berdiri sebuah gerbang yang tak kalah terkenalnya, yang bernama Nandaimon. Gerbang ini terbuat dari kayu besar yang diawasi oleh dua patung dengan wajah yang nampak garang.

Sambil menikmati kehebatan sejarah zaman dulu, kita juga bisa bermain-main dengan rusa di Taman Nara yang lokasinya berdekatan dengan kuil tersebut. 

Jika bisa, belilah shika sembei seharga 200 yen, yaitu sejenis kerupuk yang khusus diberikan kepada para rusa tersebut sebagai bagian dari acara rekreasi.

Kuil Horyuji

Masih berhubungan dengan sejarah dan kuil, Horyuji dibangun lebih dulu dari Todaiji, yaitu pada tahun 607 oleh Pangeran Shotoku, yang dianggap sebagai penyebar awal agama Buddha di Jepang.

Di saat yang bersamaan, Horyuji juga menjadi salah satu kuil tertua di negara Jepang dan berisi satu-satunya struktur kayu tertua yang masih ada di dunia hingga sampai saat ini. Tentu saja, kuil ini pun akhirnya ditetapkan sebagai situs warisan dunia pada tahun 1993.

Gerbang pusat dari kuil Horyuji ini dijaga oleh patung tertua di Jepang bernama Kongo Rikishi, yaitu sepasang dewa berotot yang sering terlihat mengapit gerbang kuil besar tersebut.

Aula utamanya mampu menambung beberapa patung Buddha tertua di Jepang, sehingga menjadi kreasi langka yang bertahan semenjak Periode Asuka sekitar tahun 592.

Lagi-lagi tempat ini bisa sangat cocok buat kamu yang menyukai hal-hal berbau sejarah dan budaya Jepang. 

Omizutori

Bukan sekedar tempat, Omizutori ini mungkin lebih cocok masuk ke dalam kategori festival bernama Shunie, yaitu serangkaian acaranya yang diadakan setiap tahun dari tanggal 1 hingga 14 Maret di Kuil Todaiji.

Kumpulan ritual dan festival ini sudah diadakan lebih dari 1200 tahun, sehingga menjadikannya salah satu acara Buddha tertua yang dilakukan secara berulang di negara Jepang.

Buat kamu yang tertarik untuk melihat perayaan tersebut, maka bisa mendatangi Aula Nigatsudo, yaitu salah satu kompleks atau area dari Todaiji itu sendiri.

Salah satu jenis acara yang diadakan adalah Otaimatsu, yang sekaligus menjadi festival paling terkenal dan spektakuler, sehingga wajib kamu lihat dan datangi jika berkunjung ke kota Nara pada pergantian musim dingin ke musim semi. 

Tepatnya dari tanggal 1 hingga 14 Maret, maka setiap malamnya kita akan disuguhkan dengan obor raksasa yang membentang panjang berkisar antara 6 hingga 8 meter, kemudian dibawa ke balkon Nigatsudo dan diletakkan di atas kerumunan.

Bara api yang menyala dan turun dari balkon sudah dianggap sebagai berkah yang akan melindungi bagi siapa saja yang menontonnya.

Taman Isuien

Area terakhir yang wajib kamu datangi saat berkunjung ke Nara adalah Isuien, yaitu taman Jepang yang sangat menarik untuk dilihat dan asyik saat dikunjungi.

Taman Isuien ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu taman depan dan taman belakang dengan sejumlah rumah teh yang tersebar di seluruh penjuru.

Taman depan memiliki sejarah yang lebih panjang dan berasal dari pertengahan abad ke-17. Sementara taman belakang baru saja dibangun pada tahun 1899 oleh seorang pedagang kaya raya.

Banyak sekali permata tersembunyi di taman ini, sehingga menjadikannya area fantastis untuk kamu kunjungi. Apalagi jika kamu berkunjung pada pertengahan November, maka akan disuguhi dengan warna-warna luar biasa sebagai bagian dari efek musim gugur.

Pastikan kamu menikmati momen tenang dan damai pada hari-hari kerja, sehingga hanya sedikit orang yang menunjungi taman keren yang satu ini.

Terdapat pula kedai teh yang berdiri tak jauh dari lokasi. Pesan langsung bersama camilan manis untuk mendapatkan pengalaman penuh saat berkunjung ke kota Nara.