Tips Liburan ke China Pasca Wabah Agar Tetap Sehat

Sekitar 2 tahun yang lalu, negara China memang dilanda oleh wabah yang mematikan dan tak terduga. 

Sebagai negara yang pertama kali terserang penyakit tersebut, namun China pun menjadi negara pertama yang berhasil pulih dan bahkan mampu menyediakan solusi berupa vaksin yang disebarkan ke hampir segala penjuru dunia. 

Berkat kesigapan pemerintahannya dalam menangani wabah tersebut, alhasil China sudah mampu pulih dari segi ekonomi dan faktor pariwisata. Tak tanggung-tanggung, mereka pun mempermudah proses keluarnya visa bagi siapa saja yang sudah menerima vaksin yang dibuat oleh mereka.

Berbicara masalah travel, dibukanya China kepada khalayak umum bisa menjadi keuntungan tersendiri buat kita, agar dapat menikmati negeri tirai bambu secara normal.

Jika kamu memang berniat untuk berkunjung ke sana, jangan lupakan beberapa tips liburan ke China di bawah ini, terutama pasca wabah agar tetap selamat dan acara liburan kamu tetap menyenangkan. 

1. Bawa Barang Penting

Selalu ingat untuk mebawa passpor, KTP, visa, dan uang secukupnya. Membawa terlalu banyak duit juga tak baik bagi keselamatan kamu saat melancong ke negeri orang. Karena selain dikenakan biaya cukai, juga bisa menjadi sasaran orang jahat.

Pastikan pula membawa obat-obatan dan suplemen vitamin agar kondisi badan sistem imun kamu tetap optimal selama diperjalanan dan aktivitas jalan-jalan berlangsung.

2. Install VPN Dari Rumah

Hindari menginstallnya saat sudah berada di China. Disarankan juga untuk menyewa VPN premium yang rata-rata seharga $5-$10 per bulan. 

VPN ini dibutuhkan agar kamu masih bisa berhubungan dengan orang rumah. Seperti yang kita tahu, ada perang dagang antara China dan Amerika selama bertahun-tahun. Sebagai efeknya, China memblokir hampir semua website buatan pebisnis Amrik seperti Facebook, Google, Youtube, Instagram, dan lain sebagainya. 

Sementara kita sebagai traveler generasi Z pastinya tak bisa lepas dari perangkat handphone dengan aplikasi medsos di dalamnya.

Seringkali kita pun ingin memposting foto-foto saat liburan ke China di Instagram dan Facebook. Jadi agar aktivitas liburan kamu ke China tidak menjadi galau, segera aktifkan VPN sekarang juga.

3. Selalu Bawa Masker

Bukan hanya untuk mencegah terkena virus Covid-19 saat di keramaian, juga bisa terhindar dari polusi udara yang bisa mengancam kesehatan pernafasan kita. 

Sekalipun pemerintah China telah bekerja begitu keras untuk mengurangi paparan polusi udara, tetapi di kota-kota wisata utama masih belum begitu optimal. 

Terutama jika kamu berkunjung ke kota Beijing, maka polusi ini bisa mempengaruhi pengalaman seru kamu pada waktu-waktu tertentu. 

Jika memang ingin terhindar dari debu saat berada di ibukota China, maka disarankan untuk berkunjung pada musim semi, yaitu waktu di mana paparan polusi paling rendah karena banyaknya warga lokal yang beraktivitas di luar kota.

4. Pilih Musim Semi dan Musim Gugur

Selain bisa terhindar dari debu dan polusi, suhu di musim semi juga cenderung lebih cocok di kulit orang Indonesia. Bersama dengan musim gugur, cuaca dan suhu di musim semi terbilang tak terlalu panas ataupun terlalu dingin.

Musim semi juga memungkinkan kita untuk dapat melihat negeri China yang dipenuhi oleh bunga bermekaran, sehingga memberikan nuansa segar. Sementara di musim gugur bisa memberikan nuansa damai ketika melihat daun-daun pepohonan yang mulai berubah warna.

Sebaliknya, tak disarankan untuk berkunjung ke China di musim panas mengingat suhu dan tingkat kelembapannya yang tak terasa nyaman. 

Lain lagi dengan musim dingin yang bisa menjadi pengecualian buat kamu yang ingin merasakan dan melihat salju di luar negeri.

Agar lebih memudahkan, kamu bisa menggunakan agen travel atau biro perjalanan yang menyediakan paket liburan ke China pada musim-musim tertentu. Pastikan pula untuk mengetahui cara menghitung pajak travel demi bisa mempersiapkan budget lebih terperinci. 

5. Hindari Musim Liburan

Musim liburan memang nampak menyenangkan. Banyak warga lokal yang juga bermain dan membawa keceriaan kepada turis asing.

Akan tetapi pesta keramaian tersebut selalu dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis di sektor pariwisata, yaitu dengan meningkatkan tarif tempat-tempat tertentu dengan sangat menggila. 

Dimulai dari hotel-hotel, restoran, hingga spot pariwisata terbaik, harganya cenderung meroket dan bisa membuat saku kita jebol.

Kecuali jika kamu memang berniat untuk mengikuti festival di musim liburan China, maka momen ini bisa mendatangkan banyak kenangan dan pengalaman seru.

6. Gunakan Kereta Express

Jika kamu ingin berpindah kota dan jaraknya lumayan cukup jauh, maka tak disarankan untuk menggunakan bus. 

Di zaman sekarang, penggunaan bus di China dalam jangka panjang kurang bisa membuat kita nyaman. 

Sebagai gantinya, cobalah kereta express. Sekalipun harganya lumayan mahal, akan tetapi bisa menghemat banyak waktu dan memiliki ergonomi mumpuni.

Layaknya seperti liburan ke Honkong, kereta express ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan pesawat karena tak harus menunggu lama saat di bandara.

Liburan kita ke China tentunya terbatas oleh waktu, jadi tak lucu jika sebagian besar momen jalan-jalan kita dihabiskan dengan duduk di bangku bus yang sumpek.

7. Hindari Sifat Baper

China itu merupakan negara yang begitu luas, sehingga sifat dan budayanya dari satu tempat ke tempat lain cenderung berbeda.

Misalnya jika di kota-kota besar utama seperti Beijing orang lokalnya cenderung lebih terbiasa dengan orang asing, dan beberapa desa terdekatnya memiliki sifat ramah terhadap para pelancong, lain lagi jika kamu mengunjungi lokasi yang tak lazim untuk disambangi oleh para wisatawan. 

Di beberapa bagian negara China, ada penduduknya yang tak terbiasa didatangi oleh warga asing. Bahkan diantaranya selalu memberikan tatapan ganas dan meludah. 

Saat itu terjadi, tak perlu baper. Tetap santai saja dan biarkan semuanya mengalir apa adanya. Toh, kita berlibur ke China untuk mencari kesenangan, dan bukan membuat masalah dan berkelahi. 

8. Sebaliknya, Jangan Memprovokasi

Kemanapun kita pergi, akan selalu ada penduduk setempat yag berbicara dengan keras dan berteriak-teriak seperti sedang marah-marah. Padahal, itu sudah menjadi adat dan kebiasaan mereka.

Berbeda dengan arus yang mereka bawa, kita harus tetap tenang dan hindari berbicara dengan keras atau bahkan memprovokasi – apalagi saat berkunjung ke kuil-kuil.

Jangan pernah menyentuh ataupun menunjuk patung dewa dengan jari. Tunjukkan rasa hormat kepada para biksu dan biksuni dengan tidak mengambil foto tanpa izin. 

Dan yang terpenting, hindari topik mengenai politik dan agama dalam percakapan umum. China adalah negara komunis, sehingga kedua topik tersebut cenderung sangat sensitif untuk dibahas.

9. Bawa Oleh-Oleh Dari Indonesia

Kita memang tak perlu memberikan tips pada pelayan di restoran atau hotel, tetapi seringkali oleh-oleh yang kita bawa dari Indonesia nampak berharga di mata mereka.

Orang China itu senang menerima tamu dan suka menjamu pelancong seperti kita. Penduduk setempat bahkan selalu menyiapkan makanan lezat agar kita mendapatkan pengalaman yang begitu berharga. 

Terutama jika kamu mengunjungi keluarga dari ras Tionghoa, maka oleh-oleh tersebut akan membuat kamu dan penduduk lokal tersebut semakin dekat. 

Orang China memiliki budaya untuk saling memberikan hadiah sebagai rasa hormat, dan tentunya bisa kita praktekkan secara langsung saat liburan ke sana.