Tips Liburan ke Thailand Agar Semakin Menyenangkan

Thailand merupakan salah satu negara tetangga kita yang paling terkenal di hampir semua negara maju dan berkembang. 

Bagaimana tidak, negara ini memiliki objek wisata yang mampu memanjakan kita sebagai pelancong berkat pantainya yang indah, kuil yang penuh dengan sejarah, makanan lezat, hingga gaya hidup santai yang jauh dari kata penat.

Namun bukan berarti liburan ke Thailand bisa terbebas dari masalah. Ada banyak sekali hal-hal yang mungkin membuat kamu merasa tak nyaman di luar dugaan. 

Dengan begitu alangkah baiknya untuk mengetahui tips liburan ke Thailand terlebih dahulu sebelum pergi ke sana agar proses perjalanan kamu menjadi lebih mudah dan jauh lebih menyenangkan.

Khusus buat kamu yang ingin berkunjung ke Thailand, berikut adalah beberapa hal penting yang harus diperhatikan. 

Berhati-Hati Terhadap Penipuan

Sama halnya seperti kebanyakan tempat di penjuru dunia, ada beberapa lokasi berbahaya yang harus kita waspadai saat berkunjung ke Thailand. 

Salah besar jika kamu hanya berpikir bahwa kota Jakarta merupakan satu-satunya lokasi paling berbahaya di dunia. Faktanya, beberapa negara tetangga kita pun rentan mendatangkan bencana bagi para pelancong luar. 

Suasana santai di Thailand dengan senyuman ramah penduduk lokalnya memang bisa menarik hati kita lebih jauh lagi. Tetapi tetap waspada dan pertahankan tingkat kecurigaan kamu karena tak sedikit orang terkena kasus tertentu yang membuat uang mereka habis tersedot oleh para penipu.

Tingkatkan Imunitas

Jika kota Jakarta terkenal akan bahaya debu dan polusinya, lain lagi dengan negara Thailand yang dipenuhi dengan berbagai macam fauna liar. 

Beberapa diantaranya bisa mendatangkan penyakit yang tak kalah berbahayanya dengan wabah virus di masa sekarang.

Terutama di musim penghujan tiba, nyamuk bisa menjadi musuh utama kita yang seringkali menyebarkan penyakit seperti DBD. 

Gak lucu jika kamu jatuh sakit saat berlibur ke Thailand. Sudah jauh-jauh datang dan mengeluarkan biaya gede, tapi malah numpang tidur di rumah sakit. Bukannya kesenangan yang didapatkan, malah membuat budget liburan kamu semakin membengkak.

Selalu oleskan krim matahari secara teratur dan dapatkan asupan vitamin C secukupnya. Hati-hati pula terhadap hewan liar yang dapat menyebarkan penyakit rabies, terutama monyet. 

Memang seru dan menggemaskan jika ada monyet yang hinggap di bahu kita. Tetapi tetap jaga sikap agar tak mengejutkan binatang tersebut dan menyerang kita secara mendadak.

Nikmati Waktu Liburan Semaksimal Mungkin

Kita memang dibatasi waktu saat berlibur ke Thailand. Tapi bukan berarti harus terburu-buru untuk mengunjungi satu tempat ke tempat yang lainnya. 

Terlalu serakah untuk mengunjungi semua lokasi secara sekaligus malah akan mengurangi keseruan kamu saat berlibur, sekaligus membuat kamu merasa kecapaian tanpa mendapatkan kesan dan pengalaman yang maksimal.

Cobalah berjalan santai di beberapa tempat yang sudah kamu rencanakan sebelumnya, kemudian nikmati waktumu di sana. 

Cara bersantai ini jauh lebih baik daripada harus pergi mondar-mandir ke beberapa tempat dengan menggunakan transportasi. Bisa jadi waktu liburan kamu malah lebih banyak dihabiskan di dalam mobil.

Untuk alasan ini pulalah, kamu harus membuat catatan atau rencana itinerary agar waktu liburan kamu terarah namun tetap terasa menyenangkan. 

Belajar Bernegosiasi

Tawar-menawar merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh siapa saja yang ingin membeli barang-barang atau cendramata di Thailand. 

Sama halnya seperti di negara kita, para penjual Thailand selalu meninggikan harga barang-barang kepada orang asing jauh dari harga normal – tak peduli darimana pelancong tersebut berasal.

Bahkan sesuatu yang sederhana seperti naik kendaraan tuk-tuk (sejenis bajaj) pun haruslah melakukan negosiasi agar mendapatkan tarif terbaik.

Jika bisa, carilah teman orang Thailand sebelum kamu pergi berlibur ke sana, atau sewa travel guide untuk melakukan tawar-menawar tersebut.

Tawar-menawar ini biasanya terbatasi oleh perbedaan budaya dan bahasa. Kebanyakan orang Thailand juga tak mampu berbicara bahasa Inggris, sehingga bisa menjadi masalah tersendiri buat kamu yang ingin berhemat saat membeli barang-barang khas Thailand sebagai cendramata.

Nilai beli negara Thailand itu sebenarnya masih terbilang murah. Namun harga liburan kamu akan terasa seperti berada di Jepang atau Amerika jika tak pandai dalam melakukan negosiasi saat berburu oleh-oleh di sana.

Hati-Hati Terhadap Perbedaan Bahasa

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa bahasa bisa menjadi salah satu masalah utama saat kamu berkunjung ke Thailand. Meskipun ada beberapa tulisan berbahasa Inggris di kota-kota besar seperti Phuket, Bangkok, dan Chiang Mai, namun lain lagi ceritanya jika kamu berkunjung ke kota-kota yang lebih kecil.

Bukan berarti kamu harus belajar dan fasih bahasa Thailand dulu untuk bisa liburan ke sana. Akan tetapi kamu harus mempersiapkan beberapa alat tambahan seperti Google Translator atau aplikasi sejenis.

Jika memiliki budget berlebih, maka kamu bisa menyewa tour guide demi memandu kamu pergi ke beberapa tempat secara lebih efektif dan efisien. 

Banyak kok orang Thailand yang ingin membantu kita melakukan banyak hal di sana. Namun tetap berhati-hati terhadap tawaran orang asing yang bisa mengeruk uang kamu secara sadis. Jadi, tetap cari agen yang berpengalaman dan resmi di sana.

Bersiap Terhadap Cuaca Dingin

Sebagian besar dari kita pasti berpikir bahwa Thailand itu memiliki suhu yang sama seperti Jakarta, mengingat lokasinya yang terletak berdekatan dengan garis khatulistiwa, menjadikannya negara tropis seperti Indonesia.

Tapi ada beberapa lokasi yang mengharuskan kita menggunakan baju hangat. Misalnya di bagian utara negara Thailand, saat masuk bulan antara Desember hingga Maret, maka suhunya bisa nampak seperti negara-negara subtropis di kebanyakan tempat. Bahkan di provinsi Loei, suhunya bisa turun hingga ke nol derajat celcius. 

Daerah pegunungan juga cenderung terasa lebih dingin dibandingkan dengan lokasi yang berdekatan dengan pantai, terutama di malam hari. 

Berpakaian yang Sopan

Thailand memiliki banyak sekali kuil, yang mana diantaranya melarang kita untuk mengenakan pakaian yang kurang sopan jika ingin berkunjung ke dalam.

Budaya Thailand juga sebenarnya sedikit mirip dengan negara kita. Misalnya hampir semua tempat peribadatan (kuil) mengharuskan kita melepaskan alas kaki. Bahkan beberapa gedung pemerintah, toko, dan museum pun melarang penggunaan sandal dan sepatu. 

Jadi, disarankan untuk mengenakan alas kaki yang mudah dilepas, karena kemungkinan besar kamu akan sering melepasnya saat memasuki area-area tertentu. 

Sementara untuk pakaian, banyak kuil yang tak memperbolehkan kita mengenakan pakaian terbuka, seperti tanktop, rok mini, atau bahkan hot pants.

Untuk alasan ini jugalah kita harus membawa pakaian ekstra seperti sweater atau jaket jika kamu enggan mengenakan pakaian tebal saat berjalan-jalan mengingat suhu di kota-kota besar cenderung terasa panas.

Intinya, tetap sesuaikan dengan lokasi yang ingin kamu datangi. Pakaian terbuka boleh kamu kenakan saat berjalan-jalan di kota atau pantai, pakaian sopan untuk memasuki kuil-kuil, dan bawa pakaian hangat jika ingin berkunjung ke area dataran tinggi demi terhindar dari rasa kedinginan.