Tips Naik Gunung – Wajib Dibaca Oleh Para Pemula

Naik gunung termasuk ke dalam hobi dan kegiatan positif yang bisa bikin kita gregetan dan bahagia. Ada sebuah penelitian yang telah menunjukkan bahwa hiking ternyata menawarkan banyak manfaat fisik dan mental secara langsung. 

Misalnya, aktivitas menyenangkan ini telah terbukti mampu mengurangi kecemasan hingga mencegah osteoporosis.

Dikarenakan dilakukan di luar ruangan dan seringkali melibatkan diri kita menyatu dengan alam, maka seringkali kita pun disuguhkan dengan pemandangan indah luar biasa.

Namun pada beberapa titik tertentu, hiking bisa begitu melelahkan dan menyebalkan, terutama bagi para pemula. 

Berbeda saat kita berjalan di rute yang rata seperti aspal, hiking tentunya melibatkan banyak sekali faktor dan terkadang muncul kejadian yang tak terduga. 

Alhasil ada resiko yang harus kita bawa dan tanggung. Untungnya, masih ada beberapa tips naik gunung yang bisa kamu coba demi mengurangi setiap resiko yang ada.

Tanpa berbasa-basi lagi, berikut adalah daftarnya. 

Awali Dengan Langkah Kecil

Gunung tidak diciptakan setara. Diantaranya ada yang menjulang tinggi dengan jalur yang terjal, ada pula jenis yang ramah terhadap para pemula seperti kita.

Perlu diingat bahwa kita tak boleh tiba-tiba mengambil rute terlalu jauh pada saat pertama kali menjadi seorang pendaki. 

Cukup dengan meningkatkan 3 kali lipat dari kebiasaan kamu berjalan saja sebagai awalan. Misalnya, jika kamu senang jogging atau jalan santai 30 menit setiap harinya, maka istirahatlah setiap kali kamu berjalan selama 1,5 jam. 

Kemudian tingkatkan jarak tempuhnya dari hari ke hari demi melatih kekuatan fisik kamu sehingga aktivitas naik gunung bisa berubah menjadi menyenangkan tanpa terlalu merasa kelelahan. 

Bawa Satu atau Dua Orang Profesional

Profesional atau mereka yang sudah berpengalaman tentunya tahu betul mengenai rute teraman yang bisa ditempuh, tahu cara menangani masalah tak terduga, dan memberikan rasa aman buat kita sebagai pemula.

Pada saat pendakian berlangsung, selalu hafalkan rute yang mereka gunakan untuk bisa kamu gunakan di pendakian berikutnya. 

Sekalipun kamu pergi naik gunung bersama rombongan, akan tetapi menghapalkan rute tertentu menjadi tugas masing-masing individu. 

Aktivitas naik gunung juga bisa melatih tingkat kemandirian kita akan masalah yang tengah dihadapi. Tetapi jika ujung-ujungnya kita hanya terus mengandalkan pengambilan rute pada orang lain, maka esensi dari hiking itu pun tak akan bisa kamu dapatkan. 

Selalu Cek Cuaca

Sekalipun hanya prediksi, akan tetapi 90% prakiraan cuaca di negara kita selalu tepat sasaran. Bahkan informasi ini bisa kamu temukan dengan mudah di handphone kita. 

Dengan mengetahui cuaca di tempat tertentu, maka kita bisa menghindari kondisi gunung yang licin dan berbahaya akibat semburan air hujan. 

Kita juga bisa mempersiapkan pakaian khusus seperti jas hujan untuk menghalau air hujan menerpa tubuh dan peralatan kita. 

Pastikan tas ransel kamu selalu kering. Jika kebasahan, maka bisa meningkatkan bobot berat dan membuat kita merasa kelelahan bahkan sebelum sampai di titik poin yang telah ditentukan. 

Kasih Tahu Orang Terdekat

Intinya jangan membuat orang-orang di rumah kita merasa khawatir. Beritahukan kepada keluarga ke gunung mana kita akan mendaki, serta berapa hari kita berkemah, dan dengan siapa kita menghabiskan waktu hiking tersebut. 

Informasi semacam ini bisa memudahkan orang terdekat kita untuk melacak jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. 

Di kaki bukit, pastikan pula kamu menulis nama pendakian pada kolom registrasi agar penjaga gunung bisa melakukan penyelamatan jika terjadi kecelakaan. 

Gunung tidak sama seperti area taman kota atau bahkan mall. Banyak orang yang tersesat dan tak mampu menemukan rute utama untuk pulang.

Siapkan Barang-Barang Penyelamat

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada banyak resiko yang menanti kita jika memiliki hobi naik gunung, terutama bagi para pemula.

Untuk itulah, menyiapkan barang-barang tertentu bisa menyelamatkan hidup kita ketika dihadapkan dengan situasi darurat dan berbahaya.

Setidaknya ada 10 barang yang harus senantiasa kamu bawa saat naik ke gunung, beberapa diantaranya adalah:

  • Alat navigasi seperti peta dan kompas.
  • Perlindungan matahari seperti kacamata hitam dan tabir surya.
  • Pakaian tambahan.
  • Lampu depan atau senter.
  • P3K.
  • Alat untuk membuat api, pemantik, atau lilin tahan air.
  • Alat perbaikan untuk memperbaiki barang yang dibawa, misalnya memperbaiki tas atau sepatu.
  • Makanan tambahan penuh nutrisi.
  • Air putih cadangan.
  • Tenda atau tempat tidur portable.

Seringkali kesepuluh peralatan di atas bisa menjadi penyelamat banyak pendaki saat mengalami hal-hal tak terduga, termasuk kehilangan arah di malam hari atau tertinggal dari rombongan.

Kenakan Sepatu Gunung

Perbedaan antara sepatu casual biasa dengan sepatu gunung terletak pada sisi ergonomis dan daya tahannya. 

Sepatu gunung didesain agar jari kaki kita mampu meregang dengan lebih bebas, mengikuti postur kaki untuk berjalan dalam jarak yang jauh, serta daya tahan ketika melewati rute yang tak rata.

Memaksakan mengenakan sepatu bebas atau olahraga dapat mencederai kaki kita, karena sepatu tersebut tak didesain dikenakan seharian penuh.

Terdapat pula kemungkinan rusak di tengah perjalanan sehingga bisa mendatangkan masalah tersendiri bagi kita.

Buat kamu yang masih belum memiliki sepatu gunung, mungkin artikel sepatu terbaik untuk hiking ini bisa membantu mendapatkan pilihan yang pas.

Cari Pakaian Dengan Bahan Tertentu

Hindari mengenakan pakaian yang terbuat dari katun saat naik gunung. Alasannya cukup sederhana, karena pakaian jenis ini terasa lembab dan akan terus menempel pada kulit dalam waktu lama. Mengenakan pakaian lembab berpotensi mendatangkan lecet pada kulit tubuh ktia. 

Sebaliknya, pilih pakaian yang terbuat dari bahan dasar sintetis. Pastikan pula kamu menyesuaikan lapisan baju yang dikenakan dengan cuaca dan suhu udara pada waktu tersebut. 

Jangan lupa untuk membawa jaket agar terhindar dari udara dingin di gunung yang seringkali menyiksa kulit dan menusuk tulang. 

Bawa Barang Secukupnya

Jangan terlalu membawa banyak barang yang tak diperlukan. Sebenarnya kesepuluh barang di atas pun sudah lebih dari cukup untuk kamu bawa saat naik gunung. 

Sebagai gambaran, pastikan kamu tidak membawa barang dengan muatan lebih dari 20% berat tubuh kamu. Misalnya kamu memiliki berat badan 50 KG, maka hindari membawa barang-barang yang melebihi berat 20 KG, karena akan menyiksa tubuh di perjalanan. 

Tapi terkadang ada beberapa orang yang ingin mengabadikan momen mereka di gunung dengan membawa kamera dan handphone. Selama tidak melebihi bobot di atas, tentunya masih boleh kamu lakukan. 

Memotret pegunungan tentunya memiliki cara tersendiri, dan tak bisa disamakan dengan trik foto di pantai, terutama jika kita berbicara masalah pencahayaan. 

Jangan Menyampah

Sebagai pecinta lingkungan, ironis rasanya jika kamu menyampah di sana sini. Salah satu tujuan mendaki gunung adalah untuk menikmati pemandangan dan menyatu dengan alam.

Terdapat pula terapi yang disebut sebagai forest bath, yaitu pengobatan alami dengan melihat-melihat pemandangan hijau dan pepohonan untuk menghilang stres. 

Jika memang naik gunung itu mendatangkan banyak sekali manfaat, maka jangan membalasnya dengan mengotori gunung dan alam oleh sampah-sampah yang kamu bawa dari kota. 

Berikan penghormatan pada gunung dan alam, agar tidak mendatangkan bencana yang seringkali membawa banyak korban pada orang-orang yang tinggal di kaki bukit, serta berefek pada kehidupan masyarakat di dataran rendah.