Trik Foto di Pantai Sebagai Pemula dan Profesional

Jika kamu termasuk anak pantai atau sekedar menyukai pemandangan lautnya yang indah, mungkin wajar ada dorongan kuat yang muncul di dalam diri kita untuk senantiasa mengabadikan setiap momen di tempat tersebut.

Pengambilan foto biasanya menjadi salah satu momen tersakral yang harus senantiasa dilakukan oleh siapa saja yang berkunjung ke pantai, entah itu berupa selfie, photoshoot, ataupun lanskap.

Beberapa dari kita pastinya menyukai sinar matahari di sore hari, air yang hangat di siang hari, dan pasir putih yang berkilauan. Situasi tersebut seringkali merayu kita untuk segera mengambil foto yang sempurna. 

Nah, buat kamu yang berada di posisi tersebut, maka wajib mengetahui trik foto di pantai agar mendapatkan jepretan yang super keren. Dan berikut adalah tipsnya.

Selalu Jepret Dalam Bentuk RAW

Ada dua format yang tersedia pada kamera digital, yaitu JPG dan RAW. Nah, pada saat mengambil foto di pantai, pastikan kamu memilih opsi RAW agar file gambar yang dihasilkannya tidak terkompresi sedikitpun. 

Memotret pemandangan atau melakukan photoshoot menggunakan RAW tentunya memerlukan jam latihan yang tinggi. Ada beberapa tekhnik tertentu yang harus kita kuasai demi menghasilkan hasil foto yang sempurna. 

Sebaliknya, jika format foto RAW tersebut dilakukan layaknya seorang amatiran, maka seringkali banyak masalah dan kekurangan, terutama di bagian pencahayaan sehingga akan menghasilkan foto yang kurang enak dipandang.

Pilih Titik Fokus

Kamu mungkin menyukai deburan ombak yang menerjang pesisir pantai dan mencoba untuk mengabadikannya dalam bentuk foto.

Tapi seringkali para fotograper tak mampu menghasilkan jepretan yang sempurna. Alasannya cukup klasik, yaitu karena ombak tak memiliki titik fokus sama sekali. 

Buat kamu yang belum tahu, titik fokus tersebut merupakan sesuatu hal sederhana yang harus muncul di hasil potretan, misalnya sepatu hiking, kursi, atau binatang laut yang tengah menepi di pantai. 

Titik fokus sendiri dapat menarik perhatian para penikmat seni dan memberikan konteks untuk bidikan yang akan kita ambil. Bagian ini jugalah yang seringkali membuat foto kita di pantai menjadi nambah keren.

Jika tak percaya silahkan buktikkan sendiri. Coba ambil 2 foto – satu menggunakan titik fokus dan yang satunya lagi tidak. Kamu pasti akan menemukan perbedaan yang begitu melebar.

Beraksi di Jam-Jam Tertentu

Pernah melihat dan merasakan hangatnya matahari terbit dan terbenam di pantai? Momen tersebut seringkali disebut sebagai “jam emas” oleh sebagian besar orang. Tak heran banyak lukisan yang senantiasa memperlihatkan laut dan matahari yang tenggelam atau terbit sebagai titik fokusnya.

Waktu-waktu seperti ini – sudah tak perlu diragukan lagi – merupakan momen emas terbaik untuk mengambil foto di pantai.

Jam sesaat setelah matahari terbit atau sebelum matahari terbenam, maka warnanya cenderung lebih lembut dan terang di saat yang bersamaan.

Bahkan para fotograper profesional juga masih selalu mencari momen tersebut dan menganggapnya sebagai waktu yang paling dicari-cari untuk fotograpi lanskap.

Misalnya jika kamu pergi liburan ke China, maka bisa menemukan momen indah seperti ini di pantai-pantai dekat dengan kota-kota utama.

Selalu Bawa Kain Lensa dan Pembersih

Pasir dan perlengkapan kamera yang kamu beli pastinya memiliki harga mahal, terutama jika kita berbicara masalah lensa dan sensor kamera.

Dikarenakan pantai selalu dipenuhi dengan pasir dan terkadan debu, jangan lupa juga untuk membekali diri kamu dengan pembersih peniup udara, sekaligus beberapa kain lensa yang berguna untuk mencegahnya terkena kotoran ataupun kerusakan. 

Alat-alat penting ini akan membantu kamera kita dari pasir dan debu yang terperangkap, sehingga dapat mengganggu peralatan kita yang mahal tersebut. 

Manfaatkan Kegunaan Tripod

Dengan melengkapi kamera kamu dengan tripod berkualitas tinggi, maka kita dapat menangkap eksposur yang lebih lama sekaligus kecepatan rana yang lebih lambat. 

Tripod ini juga dapat membantu mendukung aktivitas pemotretan dalam cahaya redup, tepat saat kita mengalami kesalahan dan mengambil gambar yang buram. 

Alhasil, tripod ini menjadi salah satu aksesoris penting sebagai bagian dari trik foto di pantai, terutama jika kamu ingin menangkap pergerakan air atau awan. 

Dikarenakan fungsinya tersebut, tripod bahkan sekarang hadir dalam ukuran mini untuk menopang telepon pintar yang kita miliki untuk tujuan fotografi.

Gunakan Filter Terpolarisasi

Polarizing Filter atau filter terpolarisasi biasanya sangat berguna dan membantu demi mengurangi pantulan cahaya yang tak kita harapkan atau inginkan. 

Seperti misalnya ketika kita ingin memotret bagian bawah air jernih dengan sempurna dan jelas, tetapi terkadang hasilnya gagal akibat sinar matahari yang memantulkan cahayanya dan merusak maha karya kita secara nyata.

Untungnya dengan filter terpolarisasi, maka kita dapat meningkatkan warna biru, menggelapkan bayangan, dan juga menekan pantulan silau dari refleksi permukaan air laut.

Filter terpolarisasi ini bisa dibilang bagian fotografi yang terwajib ada, karena dapat mencegah pencahayaan berlebih merusak hasil foto kita dan juga meningkatkan warna sehingga nampak cerah. 

Gunakan Kecepatan Rana

Kecepatan rana atau shutter speed harus kamu setting ke dalam 1/1000 detik, atau bahkan lebih cepat jika memungkinkan. 

Fitur ini dapat secara efektif membekukan tetesan air kecil di udara. Namun khusus percikan air yang sedikit lebih besar, maka biasanya kecepatan rana dengan settingan 1/250 juga sudah dinilai cukup.

Buat para pemula, kecepatan rana ini mungkin agak sedikit sulit untuk bisa dipahami. Tapi sekalinya merasa terbiasa, maka kamu bisa menghasilkan foto yang memiliki nilai jual tinggi. 

Banyak kok para fotografer yang menjual hasil jepretan mereka di pantai dengan meggunakan fitur shutter speed yang satu ini. 

Pilih Lensa Dengan Sudut Lebar

Para fotografer profesional seringkali menggunakan lensa wide-angle untuk membuat latar depan nampak lebih besar dari keadaan aslinya, sehingga menarik perhatian banyak orang yang melihatnya.

Dalam prakteknya, persfektif hasil foto yang menggunakan lensa wide-angle membantu menciptakan detail dan kedalaman dari suatu foto. 

Selalu ikuti aturan lensa sudut lebar seperti opsi “low and close”, kemudian tangkap titik fokus di latar depan sedekat dan serendah mungkin. 

Seperti misalnya saat kamu ingin mengambil gambar laut pantai dari kejauhan, maka kita pun tak harus bergerak lebih jauh darinya untuk bisa menangkap seluruh rentangan sekalipun kamu tak bergerak dari lokasi kamu saat ini. 

Gunakan Smartphone Saja

Kamu tentunya tak perlu memiliki peralatan mewah untuk bisa mengambil gambar dan mempraktekkan trik foto di pantai yang satu ini. 

Bahkan kamera ponsel didesain bagi pemula sehingga mampu mengambil foto berkualitas yang jauh lebih biak. Manfaatkan pula fitur autofokus bawaan dari handphone kamu tersebut.

Selanjutnya sebagai aturan umum, harap menghindari nilai ISO yang tinggi yang biasanya digunakan untuk mencerahkan bidikan kita tersebut. 

Tentu saja, setiap handphone pasti memiliki fitur yang berbeda. Jika telepon pintar kamu tak mendukung adanya nilai ISO, autofokus, dan kebutuhan dasar lainnya, maka bisa mencoba melaukan melakukan eksperimen kecil-kecilan untuk mendapatkan skill terbaik sambil meningkatkan kemampuan kamu di bidang fotografi secara bersamaan.