Gunung Tangkuban Perahu Cocok Untuk Wisata Keluarga yang Cinta Lingkungan

Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2001 menyatakan bahwa sebuah pegunungan yang terletak di Bandung, Jawa Barat, bernama Gunung Tangkuban Perahu pernah meletus setidaknya 30 kali dalam 40.000 tahun sebelumnya. 

Sementara itu, masyarakat Bandung percaya kepada sebuah legenda bahwa gunung tersebut dulunya adalah sebuah perahu yang dibuat oleh sosok sakti bernama Sangkuriang.

Karena sebuah kejadian, Sangkuriang menendang perahu yang ia buatsekuat tenaga hingga terbalik. Beberapa ratus tahun kemudian, perahu tersebut kemudian ditumbuhi oleh pepohonan dan berubah menjadi sebuah gunung. 

Jika kita gabungkan antara keduanya, maka bisa kita simpulkan bahwa sosok Sangkuriang hidup sebelum 40.000 tahun yang lalu, dan bisa menjadi sebuah catatan sejarah paling unik yang ada.

Akan tetapi, legenda tetaplah legenda yang mana tak bisa dibuktikan secara ilmiah dan fakta yang ada.

Sebaliknya, ada beberapa informasi terakurat yang bisa kita temukan terkait Gunung Tangkuban Perahu, yang mana wajib kamu baca jika berniat untuk mengunjunginya.

Beberapa fakta tersebut sudah kami tuliskan secara lengkap di bawah ini. 

Lokasi Dekat Dengan Pusat Bandung

Secara administratif, Gunung Tangkuban Perahu terletak di sebuah desa bernama Cikole, tepatnya di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Di saat yang bersamaan, gunung berapi ini pun menjadi gerbang tinggi yang membatasi antara Bandung Barat dan Subang. 

Kita tentunya bisa mengaksesnya dengan sangat mudah, karena hanya berjarak sekitar 20 KM saja dari pusat kota Bandung.

Hanya saja, kita tetap membutuhkan banyak waktu dan persiapan yang matang jika ingin mendakinya hingga ke puncak. 

Apalagi terdapat beberapa medan dan rute pendakian yang cukup menantang untuk ditaklukkan, sehingga tak disarankan buat para pendaki solo, terutama buat para pemula.

Dikarenakan lokasinya tersebut jugalah, kita bisa melihat wujudnya dengan begitu jelas dan nampak seperti perahu terbalik jika dilihat dari sebelah selatan gunung tersebut.

Bentuk tersebut tercipta karena adanya dua kawah yang saling berdampingan di arah Timur dan Barat.

Alhasil, pegunungan ini mendapatkan nama Tangkuban Perahu, yang berah “perahu terbalik” dalam bahasa Sunda.

Memiliki Banyak Kawah

Selain dua buah kawah yang berperan penting dalam pembentukan wujudnya yang unik, daya tarik utama Gunung Tangkuban perahu juga datang berkat kemunculan 9 kawah di beberapa titik tertentu. 

Bahkan masing-masing diantaranya diberi nama agar kita sebagai wisatawan dan pendaki dapat membedakan jika ingin mengunjungi salah satunya.

Beberapa kawah tersebut diantaranya Domas, Ecoma, Jarian, Jurig, Lanang, Pangguyangan Badak, Ratu, Siluman, dan Upas.

Adapun 3 kawah paling populer dan wajib untuk kamu sambangi saat mendaki gunung tersebut adalah Domas, Ratu, dan Upas.

Asyiknya lagi, kita akan disuguhi dengan bentuk kawahnya yang unik, tepatnya nampak seperti mangkuk raksasa.

Dihiasi Kebun Teh

Tepat di lereng Gunung Tangkuban Perahu, kamu juga dapat menikmati pemandangan perkebunan teh yang begitu indah dan asri. 

Perkebunan teh Lembang Sukawana ini tentunya dimiliki oleh PTPN VII, sehingga sangat terkelola dengan baik dan mampu menghiasi keindahan dari nuansa gunung itu sendiri.

Perkebunan teh ini pun sangatlah cocok untuk penyempurna perjalanan setelah kamu selesai main di gunung untuk melihat kawah. 

Agar bisa menjelajahi kesegaran perkebunan teh di sini, maka kamu wajib membayar tiket terlebih dahulu sebesar 2.000 rupiah saja kepada pengelola setempat.

Biaya tiket tersebut sebenarnya digunakan untuk pemeliharaan karena seringkali para pengunjung merusak dan mengotori area tersebut, dengan begitu harus selalu dibersihkan dan diperbaiki oleh para pengelola.

Tapi tak ada salahnya untuk membayar, toh 2.000 perak tak akan membuat kamu bangkrut. Selain itu, biaya yang dikeluarkan tentu tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pemandangan kebun teh yang ditawarkannya tersebut.

Sesaat setelah memasuki tempat ini, maka kamu berkesempatan untuk menjelajahi perkebunan dan menemukan berbagai macam air terjun indah, yang diantaranya adalah Curug Tilu, Curug Bugbrug, dan Curug Putri Layung.

Dikarenakan kondisi tanah dan lingkungannya yang ramah pengunjung, maka menikmati kebun teh ini sangat cocok buat kamu yang berlibur bersama keluarga sambil membawa si kecil. Ada banyak stan makanan yang tersedia di sana.

Rumah Para Dewa

Kata Perahu dalam nama gunung ini sebenarnya memiliki dua makna yang berbeda. Selain sebagai penyebutan kendaraan yang digunakan di atas air (perahu), juga dikenal pula dengan istiah Parahu, yang berarti “dewa yang maha pemberi”.

Jadi tak heran jika diantara para traveler dan pendaki seringkali mencoba untuk berinteraksi langsung dengan para dewa yang menduduki tempat tersebut demi mendapatkan berkah dengan cara melakukan ritual tertentu.

Buat kamu yang berpikiran terbuka, ritual ini mungkin bisa menjadi adat budaya yang kaya di Indonesia. Soalnya, ritual seperti ini memang sudah menjadi tradisi turun-menurun semenjak Indonesia masih menganut agama Hindu dan Buddha.

Habitat Bagi Flora dan Fauna

Selain daripada keindahan gunung itu sendiri, Tangkuban Perahu juga nampak mesra dengan para penghuninya berupa flora dan fauna.

Meskipun kita tak akan menemukan binatang aneh dan unik, akan tetapi sebagian besar dari hewan tersebut masihlah sangat liar dan jarang bisa kita temukan di kota-kota besar.

Salah satu fauna yang bisa kita temukan di Gunung Tangkuban Perahu diantaranya macan tutul, elang jawa, macan kumbang, dan masih banyak lagi.

Sementara untuk flora, kita bisa menemukan tanaman pohon lemo yang konon katanya memiliki kemampuan untuk mengusir ular. Pohon ini juga sudah seringkali dijadikan sebagai obat karena mampu menghasilkan minyak atsiri.

Menyediakan Belerang untuk Pengobatan Alternatif

Di kaki gunung Tangkuban Perahu, kita akan menemukan banyak sekali pedagang yang menjual belerang. Konon katanya, salah satu bagian dari letusan gunung tersebut dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit dan sudah seringkali dijadikan sebagai pengobatan alternatif yang ampuh. 

Dikutip dari berbagai macam sumber, informasi tersebut ternyata benar adanya. Bahkan sebuah penelitian telah memperlihatkan bahwa tubuh kita sebenarnya membutuhkan belerang untuk mampu membangun dan memperbaiki DNA, sekaligus melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang menyebabkan penyakit serius seperti kanker. 

Belerang juga membantu tubuh kita untuk memetabolisme makanan dan berkontribusi pada kesehatan kulit, tendon, dan ligamen di saat yang bersamaan. 

Jadi, pastikan kamu membelinya sebagai obat luar ya! Semantara untuk obat dalam, kamu bisa mencarinya dalam bentuk ekstrak dan kapsul di apotek terdekat.

Dilengkapi Dengan Fasilitas Penginapan Terbaik

Tak jauh dari pintu masuk Gunung Tangkuban Perahu, kita pun bisa menyewa penginapan dan hotel dengan akomodasi terbaik, sehingga membuatnya semakin mudah untuk diakses.

Beberapa hotel bahkan menawarkan pemandangan gunung itu sendiri yang terlihat dengan begitu jelas dari jendela kamar hotel.

Tersebar penginapan dengan tarif kamar yang berbeda, dimulai dari 200.000 hingga jutaan rupiah. 

Sebut saja Villa Bougenvile Lembang Sari yang memberikan tarif mulai dari 2 juta per malam. Sementara buat kamu yang ingin berhemat banyak, maka bisa memilih OYO D’pineapple Villa dengan tarif 10 kali lebih murah, yaitu 200.000 rupiah saja per malamnya.