Pendakian Gunung Wilis yang Menyuguhkan Banyak Panorama Air Terjun

Indonesia memang menjadi surganya para traveler! Bagaimana tidak, kepulauan tropis yang memanjang dari Sabang sampai Merauke ini menyediakan banyak sekali gunung berapi yang masih aktif, serta bebas untuk didaki.

Tepat di wilayah Jawa Timur, menjulang tinggi sebuah pegunungan bernama Gunung Wilis, yang mana memiliki ketinggian hingga 2.563 mdpl dan mencakup 6 kabupaten secara sekaligus, diantaranya Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Ponorogo, Madiun, dan Kabupaten Trenggalek.

Nah, buat kamu yang ingin mencoba mendaki pegunungan indah yang satu ini, maka disarankan untuk memulainya dari Kecamatan Mojo yang ada di Kabupaten Kediri.

Jika kamu memilih rute mendaki dari sana, maka tingkat kesulitannya akan turun drastis. Bahkan pemerintah setempat pun memfasilitasi kita dengan jalan selebar 2 mobil agar lebih mudah sampai ke kaki gunung sebelum pendakian dimulai.

Sementara ada beberapa informasi tambahan yang wajib kamu catat sebelum datang ke tempat ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

Gunung Berapi Aktif

Menurut catatan sejarah, Gunung Wilis belum pernah mengalami erupsi di masa lalu, dan hanya merupakan puncak berapi yang tertidur untuk sementara. 

Itu artinya, gunung yang termasuk ke dalam lingkaran cincin api ini bisa saja meledak sewaktu-waktu, jadi harus tetap waspada jika ingin mendatanginya. 

Selalu bekali informasi yang kredibel mengenai situasi gunung tersebut. Salah satu informasi terbaik yang bisa kamu cerna berasal dari BMKG.

Pada saat artikel ini dibuat, Gunung Wilis masihlah sangat aman untuk dikunjungi. Adapun jika pernah ditutup itu akibat dari efek covid-19 yang meruak di Indonesia selama hampir 2 tahun terakhir ini. 

Butuh Sekitar 5 Jam Untuk Mendaki

Penting sekali buat kamu yang ingin mendaki Gunung Wilis untuk mempersiapkan alat-alat hiking secara terperinci dan tepat.

Pasalnya, kita akan menghabiskan waktu sekitar 4 setengah jam untuk bisa sampai hingga ke puncak dengan jalur yang menanjak tanpa beristirahat. 

Jika kamu sering berhenti di tengah jalan, tentu waktu pendakian pun akan semakin melebar untuk bisa sampai ke tempat yang telah ditentukan.

Selama pendakian tersebut berlangsung, kita akan melalui beberapa pos yang dimulai dari Basecamp, Pos Panjer, Gentongan, dan Watu Tahu. 

Jalur terpanjang adalah dari Basecamp menuju Pos Panjer yang menghabiskan waktu kurang lebih 2,5 jam dengan kecepatan berjalan konstan. 

Dari sana, kita akan menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai di Gentongan. Jika bisa beristirahatlah sejenak di tempat ini, soalnya kita masih membutuhkan waktu hingga 1,5 jam untuk bisa sampai di Watu Tahu.

Hutan Lindung Sebagai Monumen Alam

Tanaman dan hewan langka juga turut menyertai keindahan alam Gunung Wilis secara alami. Kedua bentuk alam tersebut terpusat di dua monumen alam berupa hutan lindung, yaitu Gunung Segogor dan Gunung Picis.

Sekedar informasi, hutan lindung sendiri merupakan istilah khusus untuk menunjukkan hutan dengan sejumlah perlindungan baik secara hukum maupun konstitusional di negara-negara tertentu, termasuk di Indonesia.

Selain itu, bisa pula menjadi ciri bahwa area tersebut merupakan habitat dari spesies hewan langka yang dilindungi dan mendapatkan perlindungan, demi mencegah penipisan lebih lanjut yang seringkali mengarah pada kepunahan.

Untuk alasan ini pulalah, kita akan disuguhkan dengan flora dan fauna yang langka saat bermain ke Gunung Wilis.

Selanjutnya, kamu pun harus berhati-hati setelah sampai di area dataran tinggi, tepatnya diantara Gunung Patuk dan Arga Kalang, karena di sana terdapat rawa-rawa dengan tanahnya yang bergoyang. Jika melangkah secara sembarangan, maka bisa tenggelam secara nyata.

Tetapi selain daripada itu, sebagian besar area Gunung Wilis memang ditumbuhi dengan wilayah berumput dan menjadi tempat makannya hewan kijang bertanduk panjang. 

Area Wisata Gunung Wilis

Diantara objek wisata yang tersebar di seluruh wilayah Gunung Wilis, sebagian besarnya didominasi oleh air terjun. Saking banyaknya, beberapa diantaranya belum terjamah dan lepas dari pandangan pemerintah setempat.

Sambil menunggu semua dibuka untuk umum, ada baiknya kamu mengunjungi beberapa yang telah dikembangkan, diantaranya adalah sebagai berikut:

Air Terjun Ironggolo

Selama masa pendakian berlangsung, objek wisata pertama yang wajib kamu hampiri adalah Air Terjun Ironggolo yang terletak di desa Jugo. 

Pemandangan airnya begitu indah, tempatnya begitu sejuk, dan tanaman seperti pakis tumbuh subur di sini. 

Air terjunnya sendiri nampak bertingkat dan disertai dengan suara gemericik air yang berjatuhan, menambah suasana tenang dan damai di hati.

Jangan heran jika ada warga ataupun pendatang yang membawa sesajen sebagai bentuk dari ritual, karena memang tempat ini seringkali dijadikan sebagai area mencari berkah dari sang penunggu gunung.

Selain itu, pelayanan dari para pengelolanya sendiri begitu ramah dan memuaskan. Tempatnya pun tak jauh dari pusat kota Kediri, sehingga sangat strategis untuk kita datangi.

Air Terjun Dholo

Sebelum kita sampai di Air Terjun Dholo, maka harus melewati anak tangga untuk mengakses objek wisata terpencil dengan beberapa air terjun yang dikelilingi oleh tanaman hijau yang begitu lebat.

Destinasi wisata alam ini terletak sekitar 45 menit dari kota Kediri menuju arah Barat. Dengan lokasinya berada di 1500 mdpl, maka akan begitu terasa dingin. Membawa baju hangat sangtlah disarankan. 

Waktu terbaik untuk pergi ke lokasi ini adalah pagi hari sebelum jarum jam menunjuk angka 8. Soalnya setelah siang, maka seringkali kabut turun dari arah Gunung Wilis untuk menyapa para traveler. 

Sebagai gantinya, pastikan kamu mengunjungi tempat makan terdekat untuk makan siang karena menyediakan masakan khas yang otentik.

Air Terjun Sedudo

Selain dari kedua air terjun di atas, Sedudo juga merupakan tempat yang sangat bagus dengan udaranya yang terasa bersih, sejuk, dan sehat bagi paru-paru kita untuk mendetoksifikasi beragam racun yang terkumpul akibat paparan polusi asap kota.

Wisata ke tempat ini tentunya akan sangat cocok bagi kita dengan tujuan untuk menyegarkan otak sekaligus sebagai rekreasi bersama keluarg tercinta. 

Wisata air terjunnya sendiri berada di kawasan Sawahan Nganjuk. Untuk mencapai lokasi ini, kamu harus mempersiapkan tenaga ekstra karena jalurnya yang cukup jauh dan tinggi.

Secara kepemilikan, air terjun Sedudo memang sudah menjadi ikon destinasi utama bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk. 

Dengan ketinggian 105 meter, panorama air terjun ini akan terlihat begitu indah dengan serbuan air yang meluncur dari atas membentuk kabut air dan menciptakan suara menenangkan di saat yang bersamaan. 

Gereja Pohsarang

Sesuai namanya, Gereja Pohsarang merupakan tempat peribadatan bagi agama katolik roma yang terletak di desa Puhsarang.

Sekalipun tempat ini memang dibangun untuk menyucikan diri bagi para pemeluk agamanya, akan tetapi bisa menjadi objek wisata tersendiri bagi para traveler dan pendaki Gunung Wilis.

Selain dari sisi arsitekturnya yang unik, kita pun disuguhkan dengan lingkungan bersih, udara segar, dan penuh dengan tumbuhan hijau di sana-sini.

Berbeda dengan yang ada di kota-kota besar, area lokasi ini begitu tentram sehingga cocok untuk kamu jadikan sebagai obat stres akibat kesibukan dan kebisingan kota-kota besar.