Suasana Pantai Jetis yang Indah Pemecah Ombak

Kekayaan alam di Indonesia senantiasa diambil dan dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama. Sebagai daerah yang dulunya berupa galian pasir besi yang terletak di Jawa Tengah, Pantai Jetis menjadi area yang tak lepas dari perhatian pemerintah. 

Akan tetapi, perusahaan yang bertanggung jawab akan pertambangan tersebut yakni PT. Anek Tambang kemudian melakukan reklamasi sehingga berhasil menutup lubang hasil galian tersebut.

Tak lama berselang setelahnya, Pantai Jetis akhirnya diserbu oleh para wisatawan berkat keindahan lautnya yang mulai pulih dari kegiatan industri. 

Pengubahan dari tambang menjadi sarana rekreasi tersebut pun bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba, melainkan telah melalui berbagai macam rencana demi rencana dari pengelola setempat. 

Berkatnya, kita akan mendapati beberapa objek wisata di Pantai Jetis untuk kita nikmati selama liburan ke sana.

Keindahan Suasana Pantai

Beralaskan pasir hitam dengan ombaknya yang konstan berhasil membuat Pantai Jetis mengundang banyak para traveler untuk berkunjung ke sana. 

Beberapa diantaranya bahkan menikmati air lautnya yang segar dengan berenang di tepian pantai. 

Akan tetapi, harap berhati-hati untuk tidak berenang hingga ke tengah mengingat keadaan ombaknya yang bisa membahayakan.

Sehingga tetap berada di pesisir pantai tentunya lebih disarankan sembari menikmati keindahan alam dan deburan ombak yang terdengar begitu merdu.

Tak berhenti sampai di sana, beberapa lokasi dan spot terbaik bisa kamu temukan untuk hunting foto dan selfie. 

Tapi sebelum melakukan hal tersebut, pastikan kamu siapkan uang sebesar 3000 rupiah per orang sebagai tiket masuk. Jika membawa kendaraan, tambah budget kamu sebesar 5000 rupiah untuk mobil dan 2000 rupiah untuk motor.

Kamu bisa mendatangi tempat ini kapanpun kamu mau, karena memang buka setiap hari selama 24 jam. Dengan begitu, kita bisa menikmati berbagai macam fenomena alam berupa sunset dan sunrise, atau menikmati beberapa fasilitas yang telah disediakan di dalamnya di siang hari.

Bermain ke Taman Payung

Bermain ke Pantai Jetis tentunya tak akan membuat kamu merasa bosan. Pasalnya, ada fasilitas dan tempat lain yang bisa kamu kunjungi selama berwisata.

Salah satu spot unggulan yang mereka miliki adalah berupa Taman Payung, yang mana  di dalamnya dilengkapi dengan tumbuhan pinus menjulang tinggi, serta beberapa payung yang terbuka dan menghiasi area setempat dengan warna-warna yang indah.

Kita pun dapat beristirahat dengan tenang di tempat tidur gantung yang telah mereka sediakan. Layaknya di film-film barat sana, kita akan merasakan semboyan angin, deburan ombak, dan hangatnya udara pantai sambil tiduran di bawah pohon pinus yang rindang. 

Pohon pinus memang bisa menyatu dengan berbagai macam spot wisata, entah itu di pegunungan dataran tinggi, maupun pantai di dataran rendah.

Gardu Pandang

Salah satu alasan kenapa Pantai Jetis wajib didatangi oleh para pasangan muda adalah karena adanya sebuah spot yang disebut sebagai Gardu Pandang. 

Di tempat ini, kita akan menemukan sebuah hiasan berbentuk hati yang seringkali digunakan untuk foto bersama sang terkasih. 

Berfoto solo pun kerap kali dilakukan oleh para jomblo. Konon katanya, mereka yang mengambil gambar seorang diri di tempat tersebut akan segera mendapatkan jodoh yang selama ini diidam-idamkan. 

Sesuai namanya, spot ini dilengkapi dengan gardu pandang setinggi 3 meter berhiaskan ukiran bunga. Tepat di belakangnya, terdapat sebuah lanskap berupa pemandangan laut sehingga dapat menambah kesan romantis bagi siapa saja yang mengambil foto di sana.

Pantai Pemecah Ombak

Jika kamu ingin melihat sebuah pemandangan berupa ombak terpecah, maka Pantai Jetis jawabannya. 

Pemandangan yang jarang ini terjadi berkat sebuah kanal yang dibangun di sekitaran pantai yang menjorok ke tengah lautan, sehingga nampak menyambut ombak yang datang dan kemudian memecahnya.

Tempat ini tentunya bisa menjadi spot berfoto terbaik berikutnya yang tak boleh kamu lewatkan. Bahkan kamu pun bisa melakukan aktivitas trekking sambil hunting gambar sempurna. 

Aktivitas berjalan di sekitaran tempat tersebut tak akan membuat orang lain khawatir, toh karena memang dibuat dari beton dan sangat kuat dari terjangan ombak yang berdatangan secara terus-menerus dan beruntun.

Bukit Hijau

Suasana lautan dari Pantai Jetis tentunya diseimbangkan dengan nuansa hijau yang ada di dekatnya, yakni Bukit Hijau. 

Namun sebelum bisa mendatangi atau melihatnya dari dekat, maka kita harus menyewa perahu di sekitara pantai betis yang dijajakan oleh para nelayan setempat.

Tapi perlu diingat bahwa kita tak bisa menaiki atau mendakinya, karena memang belum ada akses jalan setapak dan hanya berupa pepohonan rindang dengan semak belukar liar layaknya hutan hujan di Indonesia.

Sebagai gantinya, kita akan mendapatkan perpaduan alam yang indah sekaligus menjadi gudangnya penetralisir udara kotor dan polusi, sehingga Pantai Jetis akan senantiasa memiliki kesegaran tiada tara sekalipun dikunjungi oleh banyak wisatawan. 

Berburu Sunset

Dikarenakan Pantai Jetis memang selalu buka selama 24 jam, maka kamu pun bisa dengan leluasa mengunjungi tempat ini kapan saja kamu inginkan. 

Khusus buat yang tengah berburu fenomena matahari terbenam atau sunset, maka disarankan untuk menunggunya semenjak jam 4 sore. 

Soalnya, para traveler lainnya pun pasti memiliki tujuan yang serupa, sehingga beberapa spot terbaik pasti akan sudah terebut.

Maka dari itulah, segera datangi tempat ini seawal mungkin, kemudian cari spot yang menjadi favorit kamu. 

Selanjutnya, tinggal tunggu saja pemandangan langit dan air laut yang secara pelan-pelan berubah warna menjadi kemerahan.

Pantulan cahaya matahari di sepanjang air laut yang hendak bersembunyi di cakrawala akan menambah keindahan Pantai Jetis tiada tara.

Fasilitas Lengkap Untuk Wisatawan

Selain beberapa fasilitas di spot wisata yang disediakan, juga terdapat fitur-fitur dasar yang menjadi kebutuhan traveler saat berkunjung. Sebut saja toilet, tempat parkir, dan musholla untuk bersembahyang.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa biaya parkir di tempat ini terbilang murah jika dibandingkan dengan tempat-tempat wisata lainnya.

Belum lagi toilet yang bersih dan terawat dengan baik, serta tak berbau busuk. Jarang banget ada sebuah fasilitas umum berupa WC umum yang kebersihannya terus terjaga selama 24 jam. 

Sementara tak jauh dari sana, terdapat sebuah musholla kecil yang dapat menampung hingga 10 orang untuk sholat berjamaah.

Semuanya benar-benar lengkap dan tak merepotkan para traveler ketika mengunjungi Pantai Jetis, yang di saat bersamaan menjadi simbol bahwa pengelola setempat telah berhasil menciptakan spot wisata yang disenangi banyak orang.

Di sekitaran tempat parkir dan spot wisata utama, terdapat pula warung-warung dan resto kecil yang menjajakan makanan lokal, terutama seafood.

Asyiknya lagi, semua harga yang ditawarkan cenderung tidak mencekik para wisatawan. Semua makanan dan minuman yang dijual sangatlah standar.

Sementara untuk seafood, harganya tentu lebih murah daripada jenis yang kita temukan di restoran-restoran kota besar. Bagaimana tidak, Pantai Jetis juga tentunya salah satu tempat dengan hasil tangkapan ikannya yang begitu melimpah, sekalipun dulu bekas penambangan yang dilakukan selama bertahun-tahun lamanya.